Kawata – Mahasiswa KKN Tematik Ketahanan Pangan Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan PT. Vale Indonesia Tbk menggelar demonstrasi pembuatan biogas dari kotoran sapi di Desa Kawata, Kecamatan Wasuponda, pada Rabu (23/7/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan di kandang sapi yang berlokasi di Desa Kawata. Tujuan program ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana limbah ternak dapat diolah menjadi sumber energi alternatif. Demonstrasi menunjukkan proses sederhana mengubah kotoran sapi melalui sistem biodigester menjadi biogas yang bisa dimanfaatkan untuk memasak, penerangan, bahkan menggerakkan peralatan sederhana.
Alat dan bahan yang digunakan antara lain feses sapi segar, serabut kayu untuk mempercepat fermentasi, selang, jeriken, kran, sekop, dan baskom. Setelah pembuatan biogas, dibutuhkan waktu 21 hari untuk proses fermentasi hingga menghasilkan gas. Pengecekan dilakukan secara berkala setiap 14 hari untuk memantau perkembangan fermentasi.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Kawata yang memberikan dukungan penuh terhadap program kerja mahasiswa KKN. Setelah itu, mahasiswa mendemonstrasikan langsung proses pembuatan biogas.
Masyarakat terlihat antusias mengikuti pelatihan dan menyatakan keinginan untuk mencoba membuat biogas secara mandiri di rumah. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul peluang baru bagi warga dalam menunjang perekonomian keluarga melalui penghematan biaya bahan bakar. Selain itu, masyarakat memperoleh pengetahuan baru tentang pemanfaatan limbah ternak, mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah yang tidak terkelola, serta mendapatkan energi alternatif yang murah dan berkelanjutan.
Sebagai dokumentasi kegiatan, mahasiswa KKN juga menyediakan video panduan pembuatan biogas.
Program kerja ini diinisiasi oleh Icha Sulastri, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 114 dari Jurusan Geofisika angkatan 2022.
