Sektor Peternakan BUMDesma Wute Monuwo
Salah satu bidang usaha yang dijalankan oleh BUMDesma Wutemonuwo adalah pada sektor peternakan. Sektor peternakan yang difokusi adalah peternakan sapi. Potensi Desa Parumpanai dan Desa Kawata sangat mendukung untuk pengembangan ternak, baik dari segi ketersediaan lahan, pakan alami, maupun dukungan masyarakat yang memiliki latar belakang dan minat dalam bidang peternakan.
Potensi peternakan yang ada di Desa Parumpanai dan Kawata didukung penuh oleh PT. Vale Indonesia Tbk. Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKM PKPM) PT. Vale Indonesia Tbk, memberikan bantuan dukungan pengembangan peternakan di kawasan pertanian peternakan dan hasil olahan hutan non kayu berupa:
-
Pelatihan peternakan sapi,
-
Pembuatan kebun pakan rumput,
-
Pembuatan kandang sapi,
-
Pengadaan sarana prasaranan peternakan sapi,
-
Pengadaan bibit sapi.
Bantuan ini diserahkan kepada desa dan menjadi aset desa. Sebagai pengelola desa yang bekerja sama dalam kawasan ini mempecayakan pengelolaan kepada BUMDesma yang dipilih saat musyawarah antar desa. Peternakan sapi ini sebagai salah satu usaha yang digeluti oleh BUMDesma. Dalam pengelolaan harian nya, BUMDesma memiliki mitra kerja yaitu pekerja kandang sebanyak dua (2) orang di setiap lokasinya (Parumpanai dan Kawata). Program ini dimulai dari tahun 2023 hingga tahun ini. PT Vale Indonesia Tbk bekerja sama dengan BUMDesma Wutemonuwo dalam melaksanakan Salah satu fokus program ini adalah pengembangan peternakan sapi penggemukan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan yang merata di setiap wilayah. Keterlibatan PT. Vale Indonesia Tbk dalam program ini merupakan bentuk kontribusi sosial terhadap desa-desa yang wilayah adatnya menjadi bagian dari area operasional perusahaan. Tidak semua desa berada dalam cakupan program pemberdayaan ini. Wilayah-wilayah yang termasuk dalam pengembangan oleh PT. Vale Indonesia Tbk meliputi Kecamatan Towuti, Matano, sebagian wilayah Kecamatan Nuha, serta Kecamatan Wasuponda dan Malili. Di bawah koordinasi BUMDesma Wutemonuwe, Desa Parumpanai dan Desa Kawata telah menjadi lokasi pembangunan dua kandang peternakan sapi. Fasilitas ini dibangun sebagai hasil kerja sama langsung antara PT. Vale Indonesia Tbk, PEMDA dan BUMDesma, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dan keberlanjutan sektor peternakan di wilayah tersebut. Sistem kerja sama yang dijalin antar PT.Vale Indonesia Tbk, PEMDA, BUMDesma, dan Masyarakat digambarkan sebagai berikut.
PT.VALE INDONESIA Tbk, PEMDA –> BUMDesma –> Masyarakat.
Program peternakan sapi ini adalah merujuk kepada fokus untuk penggemukan sehingga dalam kontrak kerja sama yang dibuat, penggemukan diberi target waktu maksimal lima (5) bulan. Hasil (uang) dari pengelolaan sapi ini adalah: 100%:
-
55 % untuk BUMDesma (dimasukkan ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kemudian diputar untuk menjadi modal usaha BUMDesma dan juga disalurkan ke tiap-tiap dusun yang ada di desa setempat yang memerlukan pembagunan fasilitas).
-
35% untuk peternak (peternak digaji Rp500.000/orang disetiap bulannya).
-
10% untuk pemilik lahan.
Untuk keberlanjutan program ini kedepannya, PT.Vale Indonesia Tbk melanjutkan dengan memberikan pendampingan dan pengembangan program ternak sapi dengan melibatkan juga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPK) serta Fakultas Peternakan, Unversitas Hasanuddin.
Jenis- Jenis Sapi
Bibit sapi diberikan oleh PT.Vale Indonesia Tbk kepada BUMDesma dan disalurkan kepada peternak sapi untuk dikelolah. Berikut daftar jenis sapi yang diberikan.
Jenis Pakan
Jenis pakan yang diberikan kepada sapi adalah rumput gajah pakchong. Rumput ini berbedah dari rumput gajah pada umum nya. Jenis rumput ini merupakan hasil persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpureum)) dan Pennisetum glaucum. Rumput ini dipilih sebagai pakan untuk jenis sapi ini karena kandungan nutrisi nya yang tinggi dapat memprcepat produktivitas ternak serta kemudahan dalam budidaya membuatnya menjadi pilihan yang meguntungkan bagi peternak.
Sistem Penggemukan Sapi
Sistem penggemukan sapi yang diterapkan adalah Dry lot fattening yaitu melakukan penggemukan sapi dengan cara memperbanyak pemberian pakan konsentrat. Dengan kata lain seluruh kebutuhan minum serta pakan akan disediakan oleh peternak secara teratur sehingga sapi tidak keluar kandang.
Perbandingkan antara pakan konsentrat dengan pakan hijauan yaitu 60:40 persen. Bahkan beberapa ada juga yang menggunakan perbandingkan 80:20 persen. Perbandingan tersebut biasanya didasarkan atas bobot bahan kering.
Faktor keberhasilan Penggemukan
-
Kualitas dan kuantitas pakan
-
Kesehatan ternak
-
Manajemen kandang
-
Monitoring pertumbuhan secara berkala
Peternak diberi waktu maksimal 5 bulan untuk target penggemukan sapi yang ada di Desa Parumpanai dan Kawata.
Alat Yang Digunakan
Titik Lokasi Kandang Sapi
